Induk Organisasi Sepak Bola Nasional Indonesia: Nama hingga Sejarahnya

Induk organisasi sepak bola nasional Indonesia adalah PSSI, berdiri sejak 19 April 1930. (Foto: Dok. PSSI)
BERITAINBOLA.COM – Induk organisasi sepak bola nasional Indonesia adalah PSSI. Organisasi ini didirikan pada 19 April 1930 di Solo, Jawa Tengah.
PSSI adalah singkatan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. Yakni sebuah organisasi yang berfungsi sebagai organisasi pengatur dan pengelola sepak bola di Indonesia.
Organisasi ini bertanggung jawab untuk mengatur dan mengelola semua aspek sepak bola di Indonesia, seperti pertandingan, turnamen, pelatihan, dan pembinaan pemain.
PSSI didirikan dengan tujuan mempopulerkan dan mengembangkan sepak bola di Indonesia. PSSI juga bertanggung jawab untuk mewakili Indonesia di tingkat nasional dan internasional, seperti di Piala AFC dan Piala Dunia FIFA.
Sejak didirikan pada tahun 1930, Induk Organisasi Sepak Bola Nasional Indonesia ini telah mengalami beberapa perubahan dan masalah dalam sejarahnya.
Pada tahun 1970-an, PSSI memperkenalkan sistem liga profesional di Indonesia, yang membantu dalam peningkatan kualitas dan popularitas sepak bola di Indonesia. Namun, pada beberapa tahun selanjutnya, PSSI mengalami masalah internal dan keuangan yang mengurangi kualitas dan stabilitas sepak bola di Indonesia.
Selanjutnya, pada tahun 2000-an, PSSI memulai proses pemulihan dan stabilisasi melalui penyelesaian masalah internal dan pengembangan sepak bola di tingkat nasional. Ini menghasilkan peningkatan kualitas dan popularitas sepak bola di Indonesia, dan membantu PSSI untuk memenangkan beberapa turnamen internasional.
Pada periode 2016-2020, PSSI berfokus pada pembentukan filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), yang menjadi fondasi dan karakter sepak bola Indonesia.
Sejak didirikan, PSSI telah berkontribusi pada peningkatan kualitas dan popularitas sepak bola di Indonesia. PSSI juga terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembinaan dan pengembangan sepak bola di Indonesia.
Hal tersebut dibuktikan melalui filosofi sepak bola dan program-program pembinaan yang telah dirumuskan.
Filosofi Sepak Bola Indonesia: Filanesia
Dikutip dari laman PSSI, untuk memanfaatkan potensi yang besar dari sepak bola, PSSI telah merumuskan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia). Filosofi tersebut dituangkan dalam buku Kurikulum Pembinaan Sepakbola Indonesia.
Filanesia adalah sebuah filosofi yang akan menjadi fondasi dan karakter sepak bola Indonesia, baik untuk pembinaan usia dini sampai profesional dari segi individu maupun tim. Filosofi Sepak Bola Indonesia ini diluncurkan secara resmi pada 9 November 2017 di Jakarta.
“Filosofi ini telah menjadi salah satu perhatian khusus kepengurusan PSSI periode 2016-2020. Di bawah komando Direktur Teknik PSSI Danurwindo, langkah awal pembentukan filosofi ini dilakukan sejak awal tahun 2017 di mana gaya sepak bola khas Indonesia ini sudah menjalani studi, praktek lapangan, diskusi panel, dan seminar dengan seluruh pelatih Liga 1, praktisi olahraga, dan.personel teknis lainnya,” demikian dikutip dari laman resmi pssi.org.
Untuk diketahui, filosofi tersebut juga memberikan panduan dalam hal lingkup sepak bola di Tanah Air. Adapun isinya, penjenjangan latihan berdasarkan usia, pengembangan teknik pemain, dan ciri-ciri bermain di lapangan.
Perlu dicatat bahwa Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Indonesia ini bukan untuk menyeragamkan taktik setiap klub, namun ini akan menjadi ciri pemain Indonesia di pentas Internasional.
Dalam buku tersebut, dikelompokkan beberapa fase latihan berdasarkan kelompok umur. Untuk anak-anak usia 6 sampai 9 tahun disebut sebagai fase pengenalan, lalu fase pengembangan skill di rentang usia 10 sampai 13 tahun, lalu terakhir ada rentang usia 14 sampai 17 tahun yang merupakan fase permainan.
1 thought on “Induk Organisasi Sepak Bola Nasional Indonesia: Nama hingga Sejarahnya”