Apa Itu Gegenpressing? Cara Kerja, Manfaat, dan Klub yang Menggunakannya
Ilustrasi Gegenpressing. (Dok. Beritain Bola)
BERITAINBOLA.COM — Dalam sepak bola modern, kecepatan transisi menjadi salah satu faktor penentu kemenangan. Salah satu taktik yang paling banyak dibahas dan terbukti membawa kesuksesan adalah gegenpressing.
Strategi ini bukan hanya sekadar mengejar bola setelah kehilangan penguasaan, tetapi merupakan filosofi bermain yang telah mengubah wajah sepak bola dalam satu dekade terakhir. Melalui artikel ini, kita akan mempelajari cara kerja gegenpressing, mengapa taktik ini begitu efektif, hingga klub-klub yang menggunakannya sebagai ciri khas permainan.
Apa Itu Gegenpressing?
Secara sederhana, gegenpressing adalah strategi untuk merebut bola kembali secepat mungkin setelah tim kehilangan penguasaan. Kata ini berasal dari bahasa Jerman:
-
“gegen” berarti melawan,
-
“pressing” berarti tekanan.
Artinya, setelah kehilangan bola, tim tidak mundur atau kembali membentuk blok pertahanan. Sebaliknya, mereka menyerang balik dengan tekanan agresif ke pemain lawan yang baru saja menguasai bola.
Taktik ini menjadi populer berkat pelatih seperti Jürgen Klopp, yang menjadikannya identitas permainan sejak di Borussia Dortmund, Liverpool, hingga disebut sebagai “heavy metal football”—cepat, keras, dan penuh intensitas.
Namun jauh sebelum Klopp, konsep dasar gegenpressing telah digunakan di berbagai era, meski tidak sekompleks dan seefektif implementasi modern. Kini, gegenpressing dianggap sebagai salah satu bentuk taktik transisi paling penting dalam sepak bola.
Mengapa Gegenpressing Sangat Efektif?
1. Momen Transisi Adalah Momen Paling Chaos
Ketika tim kehilangan bola, lawan biasanya belum dalam posisi menyerang yang terstruktur. Pemain yang menerima bola pertama kali seringkali menghadap ke arah gawang sendiri, tidak siap, dan belum punya opsi umpan yang jelas.
2. Menyerang Saat Lawan Belum Siap
Momen inilah yang dimanfaatkan oleh gegenpressing. Tekanan cepat dalam lima detik pertama membuat lawan kebingungan, sering salah umpan, atau kehilangan bola di area berbahaya.
3. Menciptakan Peluang Tanpa Build-Up Panjang
Saat bola direbut kembali dalam posisi dekat gawang lawan, tim bisa langsung menciptakan peluang emas tanpa harus menyusun serangan dari belakang.
4. Mengontrol Ritme Pertandingan
Gegenpressing memaksa lawan bermain di bawah tekanan. Mereka tidak pernah merasa nyaman menguasai bola. Hasilnya, tim yang menerapkan gegenpressing dapat mendominasi ritme fisik maupun mental pertandingan.
Prinsip-Prinsip Kerja Gegenpressing
Gegenpressing bukan hanya “pressing keras”, tetapi taktik yang membutuhkan struktur, intensitas, dan koordinasi yang matang. Berikut empat prinsip utama yang membuat taktik ini bekerja:
1. Pressing Ekstrem dalam 0–5 Detik Setelah Kehilangan Bola
Ini adalah inti utama. Pemain terdekat dengan bola langsung menekan pemain lawan yang menguasai bola.
Tujuannya:
-
membatasi waktu lawan,
-
memaksa kesalahan,
-
dan mencegah lawan membangun serangan.
Klopp menyebut bahwa “bola adalah playmaker terbaik”, sehingga merebutnya kembali adalah prioritas utama.
2. Menutup Jalur Umpan, Bukan Hanya Mengejar Bola
Gegenpressing yang efektif bukan sekadar berlari memburu bola. Pemain harus menutup ruang horizontal dan vertikal sehingga lawan tidak punya pilihan selain kehilangan bola.
Elemen penting:
-
memotong jalur syuting,
-
memblok umpan balik,
-
mengunci sisi lapangan,
-
forcing ke area sempit.
3. Kompak, Kolektif, dan Serempak
Pressing tidak bisa dilakukan seorang diri. Tim harus bergerak seperti “magnet” yang mengerucut ke satu area.
Hal yang wajib:
-
jarak antarlini rapat,
-
semua pemain bergerak bersama,
-
koordinasi gelandang dan penyerang,
-
bek ikut naik mengunci ruang.
Kegagalan satu pemain membaca momen bisa menyebabkan pressing trap menjadi bumerang.
4. Serangan Balik Cepat Setelah Perebutan Bola
Setelah bola direbut, tim langsung menyerang ke ruang kosong. Ini yang membuat gegenpressing menjadi taktik transisi yang mematikan.
Biasanya diarahkan ke:
-
area half-space,
-
sisi lemah lawan,
-
striker yang berada di posisi siap.
Perpaduan pressing ekstrem dan counter-attack cepat membuat lawan nyaris tidak punya waktu bernapas.
Klub-Klub yang Berhasil Menggunakan Gegenpressing
1. Liverpool Era Jürgen Klopp
Liverpool menjadi contoh paling modern dan sukses dalam penerapan gegenpressing. Dengan trio seperti Salah–Mane–Firmino, ditambah gelandang pekerja keras seperti Henderson, ini menjadi mesin tekanan yang sempurna.
Prestasi:
-
Juara Liga Champions 2019
-
Juara Premier League 2020
-
Domestik double 2022
Liverpool memaksa lawan kehilangan bola di daerah berbahaya dan menciptakan banyak peluang tanpa build-up panjang.
2. Borussia Dortmund (2010–2014)
Dortmund menjadi asal mula gegenpressing modern. Tim muda, stamina luar biasa, dan intensitas tidak tertandingi membuat mereka mendominasi Bundesliga.
Ciri khas:
-
tekanan tinggi tanpa henti,
-
transisi vertikal super cepat,
-
pressing trap di sayap.
3. Klub Red Bull (RB Leipzig & RB Salzburg)
Filosofi Red Bull adalah pressing agresif di seluruh lapangan, permainan direct, dan eksploitasi transisi. Pelatih seperti Ralf Rangnick dan Jesse Marsch memperluas pemahaman gegenpressing hingga ke level akademi.
4. Bayern München Era Hansi Flick
Bayern memadukan gegenpressing dengan permainan posisional yang sangat rapi. Intensitas pressing serta verticality membuat mereka meraih sextuple 2020.
Kelebihan Gegenpressing
-
Mencuri bola di area yang sangat berbahaya
-
Menciptakan banyak peluang tanpa build-up pelan
-
Menghancurkan ritme permainan lawan
-
Menekan mental dan fisik lawan
-
Mengurangi risiko serangan balik karena bola direbut sebelum lawan menyerang
Kekurangan dan Risiko Gegenpressing
-
Menguras stamina pemain secara ekstrem
-
Jika pressing gagal, ruang di belakang sangat terbuka
-
Memerlukan pemain cerdas secara taktis
-
Latihan repetitif sangat intensif
-
Risiko cedera meningkat akibat intensitas tinggi
Bisa Kah Gegenpressing Dikombinasikan Dengan Taktik Lain?
Tentu saja. Banyak tim modern memadukan gegenpressing dengan struktur permainan lain seperti:
-
4-3-3 pressing tinggi
-
4-2-3-1 agresif
-
3-4-2-1 modern
-
Positional play + gegenpressing hybrid
Gegenpressing kini menjadi “bahasa universal” dalam sepak bola modern. Hampir semua tim elite menggunakan sistem pressing ini dalam kadar berbeda.
Gegenpressing bukan hanya taktik mengejar bola. Ini adalah filosofi sepak bola yang berfokus pada transisi tercepat untuk merebut bola kembali dan menciptakan peluang sebelum lawan siap. Ketika dilakukan secara kompak dan kolektif, gegenpressing menjadi senjata paling mematikan di sepak bola modern—taktik yang mengubah pertandingan dalam hitungan detik.
