Sejarah Liga Indonesia: Dimulai 1994 dan 4 Kali Ganti Nama Sejak 2008

Persib Bandung menjuarai musim pertama Liga 1 Indonesia 1994-1995. (Foto: Dok. BOLA)
BERITAINBOLA.COM – Sejarah Liga 1 Indonesia dimulai pada tahun 1994 ketika PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) menggabungkan liga Perserikatan dengan Galatama dan membentuk Liga Indonesia. Berikut sejarah Liga Indonesia yang kini punya 3 kasta kompetisi, yakni BRI Liga 1, Liga 2, dan Liga Nusantara (Liga 3).
Sejarah Liga Indonesia
-
Galatama 1970 hingga 1994
Ide untuk menciptakan Liga Sepak Bola Utama (Galatama) muncul pada tahun 1970-an, dan akhirnya direalisasikan pada era kepemimpinan Ali Sadikin sebagai Ketua Umum PSSI.
Galatama secara resmi diresmikan dalam Sidang Paripurna PSSI yang berlangsung pada 6-8 Oktober 1978. Musim pertama Galatama kemudian dimulai pada 17 Maret 1979 dan berakhir pada 6 Mei 1980.
Edisi pertama Galatama diikuti oleh 14 tim dan menggunakan sistem kompetisi penuh, dengan dua putaran pertandingan kandang dan tandang.
Selama perkembangannya, jumlah peserta Galatama mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Pembagian divisi juga mengalami perubahan.
Pada 7 Juni 1983, Ketua Umum PSSI, Syarnoebi Said, mengeluarkan keputusan yang melarang penggunaan pemain asing di Galatama.
Namun, pada edisi 1983-1984, terjadi perubahan dalam sistem kompetisi, dan seiring berjalannya musim-musim, perubahan jumlah peserta juga sering terjadi.
Pada edisi 1993-1994, penggunaan pemain asing kembali diizinkan dalam Galatama.
-
Menjadi Liga Indonesia
Edisi 1993-1994 merupakan musim terakhirnya Galatama karena PSSI kemudian menggabungkan Galatama dan Perserikatan menjadi satu kompetisi yang dikenal sebagai Liga Indonesia pada musim 1994-1995. Perubahan ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan struktur kompetisi yang lebih terstruktur dan kompetitif dalam sepak bola Indonesia.
Selain itu, langkah penggabungan Liga Perserikatan dengan Galatama dilakukan untuk menggabungkan fanatisme yang ada di Perserikatan dengan profesionalisme yang dimiliki Galatama, dengan tujuan meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Hal ini juga menandai pengenalan sistem liga berjenjang di persepakbolaan Indonesia dalam satu jenjang kompetisi.
-
Indonesia Super League (ISL) 2008
Selanjutnya pada tahun 2008, PSSI meluncurkan Liga Super Indonesia (Indonesia Super League) sebagai liga sepak bola profesional pertama di Indonesia. Liga Super Indonesia menggantikan Divisi Utama sebagai kompetisi tingkat teratas di Indonesia.
Era kompetisi modern dimulai pada tahun 2008 dengan peluncuran Indonesia Super League (ISL) untuk musim 2008-2009. Musim pertama ISL dimulai dengan melibatkan 18 klub. Gol pertama dalam sejarah ISL dicetak oleh Ernest Jeremiah dari Persipura dalam pertandingan imbang 2-2 melawan Sriwijaya FC.
18 klub pendiri ISL pada saat itu adalah Persipura, Persiwa Wamena, Persib Bandung, Persik Kediri, Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Persija Jakarta, PSM Makassar, Pelita Jaya, Arema Malang, Persijap Jepara, Persiba Balikpapan, PKT Bontang, Persitara Jakarta Utara, PSMS Medan, Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang, dan PSIS Semarang. Pada awalnya, Persiter Ternate dan Persmin Minahasa juga memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai klub pendiri ISL, tetapi mereka gagal memenuhi persyaratan verifikasi yang diperlukan.
Peluncuran ISL bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas sepak bola di Indonesia. Kompetisi ini juga menjadi langkah penting dalam menggabungkan Perserikatan dan Galatama, dua liga sepak bola utama di Indonesia pada masa sebelumnya, dengan tujuan menciptakan sistem kompetisi yang lebih terstruktur dan lebih kompetitif.
Sejak itu, ISL kemudian berkembang dan mengalami perubahan, termasuk perubahan nama menjadi Liga Super Indonesia dan kemudian menjadi Liga 1. Kompetisi ini tetap menjadi liga sepak bola paling bergengsi di Indonesia, dengan klub-klub dari berbagai daerah bersaing untuk meraih gelar juara dan prestise dalam sepak bola Tanah Air.
Persib Bandung menjadi juara terakhir Liga Super Indonesia pada tahun 2014 sebelum kompetisi ini mengalami penangguhan pada tahun 2015. Penangguhan ini terjadi karena Indonesia mendapat sanksi dari FIFA yang berdampak pada penghentian sementara kompetisi sepak bola di tanah air hingga tahun 2016.
-
Nama Liga Ikut Sponsor: Go-Jek Traveloka hingga BRI
Pada tahun 2017, terjadi perubahan penting dalam kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia. Kompetisi ini secara resmi mengubah namanya menjadi Liga 1. Selain itu, perubahan nama juga diberlakukan untuk Divisi Utama yang menjadi Liga 2, dan Liga Nusantara yang menjadi Liga 3.
Tujuan dari perubahan nama adalah untuk memberikan identitas yang lebih jelas dan memperkuat struktur piramida kompetisi sepak bola Indonesia. Selain perubahan nama, operator kompetisi juga mengalami perubahan.
PT Liga Indonesia (LI) sebagai operator sebelumnya digantikan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Perubahan operator ini bertujuan untuk memperbaiki manajemen dan pengelolaan kompetisi agar lebih profesional dan transparan.
Go-Jek Traveloka Liga 1 2017-2019
Kompetisi sepak bola kembali digulirkan dengan menggunakan nama resmi Go-Jek Traveloka Liga 1. Kompetisi ini dimulai pada tanggal 15 April 2017 dan dijadwalkan berakhir pada tanggal 12 November 2017.
Pada akhir kompetisi, peringkat 16, 17, dan 18 akan terdegradasi ke Liga 2, sementara tiga klub teratas dari Liga 2 akan mendapatkan promosi langsung ke Liga 1.
Dengan perubahan tersebut, Liga 1 menjadi liga sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, diikuti oleh Liga 2 dan Liga 3 sebagai tingkatan kompetisi di bawahnya. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetitivitas, kualitas, dan pengembangan sepak bola di Indonesia serta memberikan kesempatan bagi klub-klub untuk naik tingkat dan berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Shopee Liga 1 2019-2021
Pada tahun 2019, Gojek dipastikan tak lagi menjadi sponsor Liga 1 musim 2019-2020. Sponsor utama digantikan oleh Shopee.
Dengan demikian, nama Liga 1 musim tersebut pun berubah menjadi Shopee Liga 1. Tahun 2020-2021 menjadi musim terakhir yang disponsori Shopee.
BRI Liga 1 2021-sekarang (2023-2024)
Setelah Shopee, sponsor utama kasta tertinggi sepak bola Indonesia digantikan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Nama BRI Liga 1 resmi diumumkan ke publik pada konferensi pers 12 Agustus 2021.
Pada musim 2023-2024 yang akan bergulir mulai Sabtu (1/7) sore WIB besok, BRI masih menjadi sponsor utama.
Liga 1 musim ini diikuti oleh 18 klub, berikut daftarnya:
- Arema FC
- Bali United
- Barito Putera
- Bhayangkara FC
- Borneo FC Samarinda
- Dewa United
- Madura United
- Persebaya Surabaya
- Persib Bandung
- Persija Jakarta
- Persik Kediri
- Persikabo 1973
- Persis Solo
- Persita Tangerang
- PSIS Semarang
- PSM Makassar
- PSS Sleman
- RANS Nusantara
Baca Berita dan Artikel Beritain Bola lainnya di Google News!