Analisis Taktik Sepak Bola Modern, Mengapa High Press Lebih Efektif dari Low Block?
Ilustrasi analisis Taktik Sepak Bola Modern, High Press Lebih Efektif dari Low Block? (Dok. Beritain Bola)
BERITAINBOLA.COM — Dalam dunia sepak bola modern, perdebatan antara high press dan low block menjadi salah satu topik taktik paling sering dibahas. Dua pendekatan ini mewakili filosofi permainan yang sangat berbeda: satu agresif dan proaktif, satu lagi defensif dan reaktif. Namun dalam satu dekade terakhir, semakin banyak klub elite dunia yang meninggalkan low block murni dan beralih ke high pressing system.
Tahun 2025 menandai puncak dominasi high press dalam sepak bola profesional. Dari Liga Inggris hingga kompetisi Eropa, tim-tim sukses hampir selalu memiliki struktur pressing tinggi yang terorganisir. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengapa high press dianggap lebih efektif daripada low block, baik dari sudut pandang taktik, statistik, hingga perkembangan sepak bola modern.
Apa Itu High Press dan Low Block?
High Press
High press adalah strategi bertahan dengan menekan lawan sedini mungkin, biasanya di area pertahanan lawan atau sepertiga atas lapangan. Tujuannya bukan hanya merebut bola, tetapi juga:
-
memaksa kesalahan
-
mengontrol tempo
-
menciptakan peluang instan
High press menuntut koordinasi, stamina, dan kecerdasan posisi.
Low Block
Low block adalah pendekatan bertahan dengan:
-
menarik garis pertahanan rendah
-
memadatkan area dekat kotak penalti
-
menunggu lawan melakukan kesalahan
Strategi ini sering digunakan oleh tim underdog atau saat unggul skor.
Evolusi Sepak Bola dan Mengapa High Press Muncul
Sepak bola modern mengalami tiga perubahan besar:
-
Tempo permainan meningkat
-
Kualitas teknik pemain makin merata
-
Data dan analisis taktik semakin presisi
Dalam kondisi ini, memberi waktu dan ruang kepada lawan (seperti dalam low block) menjadi semakin berbahaya. High press muncul sebagai jawaban untuk menghilangkan waktu berpikir lawan.
Alasan Utama Mengapa High Press Lebih Efektif
1. Merebut Bola di Area Berbahaya
Statistik menunjukkan bahwa:
-
gol dari transisi cepat lebih efisien
-
peluang tercipta lebih besar saat lawan belum siap bertahan
High press memungkinkan tim merebut bola di area lawan, sehingga jarak ke gawang lebih dekat dan peluang mencetak gol lebih tinggi.
Low block, sebaliknya, mengharuskan build-up panjang dari area sendiri.
2. Mengontrol Tempo Pertandingan
Tim yang melakukan high press:
-
menentukan kapan permainan cepat
-
kapan memperlambat tempo
-
memaksa lawan bermain sesuai ritme mereka
Low block justru memberi kontrol bola kepada lawan. Dalam sepak bola modern, siapa yang menguasai bola, biasanya menguasai pertandingan.
3. Menekan Kesalahan Individu Lawan
Di bawah tekanan tinggi:
-
bek bisa salah kontrol
-
kiper salah umpan
-
gelandang kehilangan orientasi
Banyak gol modern lahir dari kesalahan paksa, bukan kesalahan alami. High press secara sistematis menciptakan kondisi itu.
4. Lebih Cocok dengan Data Analytics Modern
Analisis data menunjukkan bahwa:
-
pressing intensity berkorelasi dengan kemenangan
-
PPDA (passes per defensive action) rendah → tim lebih dominan
-
high press menurunkan xG lawan
Karena itu, klub berbasis data cenderung memilih high press sebagai pendekatan utama.
Kelemahan Low Block di Sepak Bola Modern
Low block bukan tanpa manfaat, tetapi memiliki keterbatasan serius:
1. Tekanan Mental & Fisik
Bertahan terlalu lama membuat:
-
konsentrasi turun
-
kesalahan kecil jadi fatal
-
pemain kelelahan mental
2. Bergantung pada Kesempurnaan
Satu kesalahan posisi bisa berarti kebobolan. Low block menuntut hampir tanpa cela selama 90 menit.
3. Sulit Menyerang Balik
Saat berhasil merebut bola, jarak ke gawang lawan terlalu jauh, membuat transisi kurang efektif.
High Press dan Struktur Taktiknya
High press bukan sekadar “lari mengejar bola”. Ia adalah sistem terorganisir yang mencakup:
-
trigger pressing
-
orientasi tubuh
-
jebakan sisi lapangan
-
koordinasi antar lini
Tanpa struktur, high press justru berbahaya.
Peran Pemain dalam Sistem High Press
Penyerang
-
memotong jalur umpan
-
memaksa bola ke sisi tertentu
Gelandang
-
membaca arah pressing
-
menutup ruang antar lini
Bek
-
menjaga garis tinggi
-
siap duel 1v1
High press hanya berhasil jika semua pemain terlibat.
Contoh Klub Sukses dengan High Press
Liverpool (Jürgen Klopp)
Gegenpressing menjadi identitas utama yang membawa:
-
Liga Champions
-
Premier League
Manchester City (Pep Guardiola)
High press dipadukan dengan kontrol bola ekstrem.
RB Leipzig & Salzburg
Pressing intensitas tinggi berbasis stamina dan data.
Arsenal (Mikel Arteta)
Versi modern high press dengan build-up 3–2.
Apakah Low Block Sudah Tidak Relevan?
Tidak sepenuhnya.
Low block masih efektif:
-
saat menghadapi lawan jauh lebih kuat
-
ketika mempertahankan keunggulan
-
sebagai variasi taktik
Namun, sebagai filosofi utama, low block semakin jarang digunakan oleh tim papan atas.
Risiko High Press
High press juga memiliki risiko:
-
ruang besar di belakang
-
stamina terkuras
-
butuh rotasi skuad
Karena itu, klub harus memiliki:
-
pemain atletis
-
kedalaman skuad
-
disiplin taktik
Masa Depan High Press
Tren menunjukkan:
-
high press akan semakin terstruktur
-
dikombinasikan dengan AI dan data
-
lebih adaptif terhadap lawan
High press tidak akan hilang, tetapi akan terus berevolusi. High press lebih efektif dari low block karena ia:
-
menciptakan peluang lebih cepat
-
mengontrol tempo
-
menekan kesalahan lawan
-
selaras dengan sepak bola modern berbasis data
Low block masih punya tempat, tetapi sebagai solusi situasional, bukan fondasi utama. Di era sepak bola 2025, tim yang ingin mendominasi harus berani menekan, bukan sekadar bertahan.
Lihat berita lainnya di YouTube Beritain Bola! dan Google News
